Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengajak pemerintah daerah memperkuat perdagangan antardaerah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, optimalisasi pasar domestik dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, mengatakan kabupaten memiliki peran penting sebagai pusat produksi berbagai komoditas unggulan. Karena itu, konektivitas perdagangan antardaerah perlu diperkuat agar distribusi barang semakin efisien dan nilai ekonomi daerah terus meningkat.

Pasar Domestik Perlu Dioptimalkan

Menurut Bursah, kondisi ekonomi global yang masih bergejolak membuat Indonesia perlu semakin mengandalkan kekuatan pasar dalam negeri.

Ia menilai penguatan perdagangan antarkabupaten dapat dilakukan melalui peningkatan konektivitas distribusi, pemangkasan rantai pasok, serta percepatan hilirisasi komoditas unggulan dari berbagai daerah.

“Perdagangan antardaerah harus menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/7/2026).

Hubungkan Daerah Surplus Produksi dengan Wilayah yang Membutuhkan

Bursah menjelaskan banyak kabupaten di Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pangan. Potensi tersebut perlu dipertemukan dengan daerah yang membutuhkan pasokan agar tercipta sistem perdagangan yang saling menguntungkan.

Melalui jaringan perdagangan yang lebih terintegrasi, distribusi komoditas diharapkan menjadi lebih lancar, ketersediaan pangan tetap terjaga, serta upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan lebih efektif.

Apkasi Jadi Penghubung Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha

Untuk mendukung tujuan tersebut, Apkasi terus berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pemerintah kabupaten, pelaku usaha, hingga calon investor.

Menurut Bursah, kerja sama antardaerah tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus menghasilkan transaksi bisnis yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional berawal dari daerah, terutama kabupaten yang menjadi sentra produksi berbagai komoditas strategis.

Hilirisasi Tingkatkan Nilai Tambah Produk Daerah

Selain memperkuat perdagangan, Apkasi juga mendorong pemerintah daerah mengembangkan industri hilir agar komoditas tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Bursah menilai pembangunan industri pengolahan di dekat sentra produksi akan memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sebagai contoh, ia menyebut Kabupaten Lahat memiliki produksi kopi sekitar 300.000 ton per tahun yang berpotensi dikembangkan melalui industri pengolahan di daerah asal.

“Jika komoditas diolah di daerah, nilai tambahnya akan dinikmati masyarakat setempat melalui terbukanya lapangan kerja dan tumbuhnya usaha baru,” jelasnya.

Forum Bisnis Daerah Pertemukan Potensi dan Kebutuhan Pasar

Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, mengatakan pihaknya mengembangkan konsep supply meeting demand, yaitu mempertemukan langsung daerah penghasil komoditas dengan pelaku usaha maupun daerah yang membutuhkan pasokan.

Sejumlah komoditas unggulan yang dinilai memiliki peluang pasar besar antara lain:

  • Beras, kelapa dalam, dan udang dari Kabupaten Banyuasin.
  • Jagung dari Kabupaten Gorontalo.
  • Bawang merah dari Kabupaten Brebes.
  • Komoditas pertanian dan perkebunan dari Kabupaten Deli Serdang.

Melalui pendekatan tersebut, perdagangan antardaerah diharapkan berkembang lebih cepat sekaligus menarik investasi baru.

Forbisda 2026 Hasilkan Kerja Sama Perdagangan

Upaya memperkuat perdagangan regional juga dilakukan melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang diselenggarakan Apkasi bersama Kadin Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama, di antaranya kolaborasi antara Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun dalam pengendalian inflasi, serta kerja sama perdagangan regional antara Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Langkat.

Selain itu, pelaku usaha dari Sumatera Utara dan Kabupaten Brebes juga menjalin kerja sama perdagangan komoditas bawang merah guna memperkuat distribusi pangan sekaligus memperpendek rantai pasok.

Sinergi Daerah dan Dunia Usaha Diharapkan Perkuat Ekonomi Nasional

Melalui berbagai kerja sama tersebut, Apkasi berharap pemerintah kabupaten dapat lebih mudah menjalin kemitraan dengan pelaku usaha nasional maupun investor.

Menurut Bursah, tujuan akhir dari seluruh program tersebut bukan hanya terciptanya kesepakatan di atas kertas, tetapi lahirnya investasi baru, berkembangnya industri hilir, meningkatnya arus perdagangan antardaerah, stabilitas harga pangan, serta bertambahnya kesejahteraan masyarakat.

Dengan pasar domestik yang semakin terintegrasi, perdagangan antardaerah diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *